Jangan Mencoba Nasi Kuning Avon Surabaya!
By: Mei Ns
Hai, Guys!
Ketemu lagi dengan saya Mei. Kali ini saya ingin berbagi info tentang makanan recommended di salah satu sudut kota Surabaya.
Iya, Nasi Kuning Avon.
Ada yang hobby makan nasi kuning? Nah, nasi kuning ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan kamu, Guys.
Beberapa waktu lalu, ketika sedang mengikuti workshop di Kota Surabaya, saya dijemput oleh salah satu sahabat terbaik saya di stasiun Gubeng. Berhubung workshop belum dimulai, maka saya diajak sarapan dulu, kebetulan beliau juga belum waktunya jam masuk kantor. Dengan mantap, beliau mengajak saya untuk makan nasi kuning. Sebenarnya, saya tidak begitu menyukai nasi kuning. Tapi, karena sungkan maka saya terima saja ajakan tersebut, toh saya juga belum sarapan.
Akhirnya, kami bertiga (saya membawa anak) sampai di Jalan Lusi No.7, Kelurahan Tegalsari. Agak terkejut sebenarnya dengan lokasi tempat makan yang kami kunjungi. Ternyata, warung nasi kuning ini sangatlah sederhana. Diapit oleh perumahan elit, berbatasan dengan kampung penduduk, warung nasi kuning ini cukup menyita perhatian karena yang antri untuk makan di sini banyak sekali. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari yang jalan kaki, naik motor, hingga mengendarai mobil mewah.
Dari sini, makin penasaran saya dengan rasa nasi kuning ini.
Warung nasi kuning ini buka mulai jam 6 pagi sampai habis, biasanya sebelum jam 12 sudah habis. Nasi kuning Avon menyediakan nasi kuning dengan varian lauk antara lain: telur, ayam, ikan tongkol / cakalang, dan perkedel kentang. Ketika giliran kami dilayani, saya memilih nasi kuning dengan lauk ayam pedas, anak saya memilih ayam tidak pedas, dan sahabat saya memilih ikan tongkol pedas.
Baru sesuap makan, lidah saya langsung bereaksi. "Rasanya wow, mantap gurih."
Nasi kuningnya sungguh pas di lidah saya, rasanya gurih, tidak terlalu lembek, juga tidak terlalu pera. Bihun gorengnya enak, ditambah serundeng yang gurih menambah selera saya untuk segera menghabiskannya. Oh ya, ayam bumbu pedasnya berbeda dengan masakan ayam yang sering saya makan. Aroma rempah-rempahnya kuat, gurih pedasnya khas banget. Sahabat saya bilang, ini memakai bumbu khas Ambon, karena Ibu Yam, nama pemilik warung, memang berasal dari Ambon.
Dan yang membedakan nasi kuning Avon ini dengan nasi kuning lainnya adalah ada kering ubi yang rasanya manis dan gurih. Pokoknya mantul, mantap betul. Ubi? Iya, ubi. Bayangkan, ubi yang selama ini saya kenal untuk camilan, sekarang terhidang di piring saya sebagai pelengkap lauk. Dan rasanya, enak bangeettttt, Guys.
Saya kemudian tertarik untuk mengetahui alasan dinamakan nasi kuning Avon ini. Ternyata, Ibu Yam dulunya membuka warung nasi kuning ini di daerah asalnya, Ambon. Nah, posisi warungnya ada di belakang toko yang bernama Toko Avon. Itulah mengapa setelah hijrah ke Surabaya, nama Avon ini tetap disematkan untuk warung nasi kuning miliknya tersebut.
Sekarang, warung nasi kuning ini dijalankan oleh penerusnya Ibu Yam, yaitu anaknya. Sedangkan Ibu Yam sendiri bisa ditemui di samping warung dengan kesibukan tersendiri, yaitu mengiris ubi yang nanti digunakan untuk lauk penunjang nasi kuning ini.
Ketika melirik ke arah Ibu Yam yang sibuk mengiris ubi, saya sangat kagum dengan kelihaian beliau. Usia yang tak lagi muda, namun dengan telaten dan kuat mengiris ubi segitu banyaknya secara manual. Bayangkan, Guys.. mengiris ubi sampai kecil-kecil begitu, dilakukan oleh seorang nenek-nenek loh.
Oh ya, buat yang tertarik makan nasi kuning Avon tapi tidak bisa datang ke lokasi, nasi kuning Avon ini juga melayani delivery order. Cukup WA atau telpon ke 0822-4575-6548. Ongkirnya? Ya sesuai jarak dong.
Untuk harga nasi kuning sendiri, jangan kuatir, Guys. Harganya gak bikin kantong jebol kok. Dengan rasanya yang mantap, nasi kuning Avon ini dibanderol dengan harga mulai dari lima belas ribu rupiah per porsi. Harganya tergantung lauk yang dipilih ya.
Jadi, buat kamu yang ingin menikmati nasi kuning dengan rasa yang berbeda dengan nasi kuning pada umumnya, maka saya sarankan jangan sekali-kali mencoba nasi kuning Avon ini jika tidak ingin ketagihan.




Komentar
Posting Komentar