Coban Bidadari, Surga Bagi Pecinta Selfie
By : Mei Ns
Menjelang liburan akhir tahun ini, rasanya sudah menjadi kewajiban tersendiri untuk mengajak keluarga ataupun teman untuk berlibur. Buat yang tinggal di area Malang dan sekitarnya, tak perlu jauh-jauh untuk mencari tempat wisata yang mengasyikkan. Karena di Malang sedang booming satu destinasi wisata alam yang unik dan murah meriah yaitu Coban Bidadari.
Coban Bidadari terletak di desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Coban yang berjarak sekitar 35 km dari pusat Kota Malang ini, merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di jalur menuju kawasan gunung Bromo & Semeru. Lokasinya persis berada di pintu gerbang Taman Nasional BTS (Bromo, Tengger, Semeru).
Karena berada di lokasi pegunungan, maka tak heran jika jalur menuju ke sana sangat menguji adrenalin. Tanjakan dan tikungan tajam kerap dijumpai. Dengan jurang di sisi kanan dan kiri jalan, hendaknya sangat berhati-hati dalam mengendara. Pada beberapa kilometer sebelum lokasi, akan ditemukan jalan yang rusak, sempit, dan berkelok. Di sinilah peran pengendara akan cukup diuji.
Namun ketika sampai di lokasi, rasa deg-degan akan medan yang menegangkan akan terbayar dengan pemandangan alam yang disuguhkan.
Di depan pintu gerbang, pengunjung akan disambut oleh petugas yang ramah. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000,00 per orang dewasa (anak kecil tidak perlu bayar), pemandangan alam pegunungan terbentang indah di depan mata. Berbagai spot foto telah berjajar menyambut kedatangan para pengunjung. Dimulai dengan rumah pohon, jembatan kayu, sayap malaikat, spot bunga matahari, pintu surga, gubuk terbang, ayunan, bahkan arena flying fox juga tersedia di sana.
Dengan background pemandangan alam pegunungan yang luar biasa indah, pengunjung dengan hobi selfie ataupun wefie benar-benar telah dimanjakan dengan berbagai spot foto ini. Apalagi ada beberapa orang petugas berkamera yang siap membantu pengunjung yang ingin dibantu mengabadikan momennya.
Setelah puas memanjakan diri dengan berselfie dan wefie ria, pengunjung dapat menikmati air terjun yang tak kalah indah. Namun untuk menuju ke air terjun tersebut, pengunjung harus menuruni tebing sejauh 700 meter dengan berjalan kaki. Di sini, pengunjung dituntut untuk sangat berhati-hati. Karena jalan menuju air terjun sangat curam. Medan berupa jalan setapak tanah, tanpa paving ataupun pagar di sisi kanan kiri, membuat pengunjung harus ekstra waspada. Apalagi ketika musim hujan tiba, jalan tersebut kerapkali sangat licin dan seringkali tiba-tiba kabut tebal datang menerjang. Hal inilah yang membuat kawasan air terjun tidak disarankan untuk pengunjung yang membawa anak kecil untuk menuju ke sana.
Pemandangan air terjun atau yang kerap disebut dengan coban ini sangatlah indah. Udara sejuk pegunungan, dengan air yang sangat segar, membuat pengunjung betah berada di sana. Ditambah ada sebuah kolam kecil di sisi air terjun yang dapat digunakan untuk sekedar bermain air, lagi-lagi akam memanjakan pengunjung Coban Bidadari ini.
Adapun nama Coban Bidadari ini diambil berdasarkan kepercayaan warga setempat yang konon seringkali melihat ada perempuan cantik yang mandi di air terjun tersebut. Sangking cantiknya perempuan itu sehingga warga melihatnya bak seorang bidadari yang turun dari khayangan. Itulah mengapa, akhirnya coban tersebut dinamakan dengan "Coban Bidadari".
Nah, tak ada salahnya bukan apabila Coban Bidadari ini menjadi salah satu destinasi liburan favorit? Jadi, jangan ragu lagi untuk mengunjungi destinasi wisata alam satu ini, ya. Selain pengunjung dapat menghirup udara segar, hasil foto liburan yang dihasilkan juga tak kalah menakjubkan.
By : Mei Ns
Menjelang liburan akhir tahun ini, rasanya sudah menjadi kewajiban tersendiri untuk mengajak keluarga ataupun teman untuk berlibur. Buat yang tinggal di area Malang dan sekitarnya, tak perlu jauh-jauh untuk mencari tempat wisata yang mengasyikkan. Karena di Malang sedang booming satu destinasi wisata alam yang unik dan murah meriah yaitu Coban Bidadari.
Coban Bidadari terletak di desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Coban yang berjarak sekitar 35 km dari pusat Kota Malang ini, merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di jalur menuju kawasan gunung Bromo & Semeru. Lokasinya persis berada di pintu gerbang Taman Nasional BTS (Bromo, Tengger, Semeru).
Karena berada di lokasi pegunungan, maka tak heran jika jalur menuju ke sana sangat menguji adrenalin. Tanjakan dan tikungan tajam kerap dijumpai. Dengan jurang di sisi kanan dan kiri jalan, hendaknya sangat berhati-hati dalam mengendara. Pada beberapa kilometer sebelum lokasi, akan ditemukan jalan yang rusak, sempit, dan berkelok. Di sinilah peran pengendara akan cukup diuji.
Namun ketika sampai di lokasi, rasa deg-degan akan medan yang menegangkan akan terbayar dengan pemandangan alam yang disuguhkan.
Di depan pintu gerbang, pengunjung akan disambut oleh petugas yang ramah. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000,00 per orang dewasa (anak kecil tidak perlu bayar), pemandangan alam pegunungan terbentang indah di depan mata. Berbagai spot foto telah berjajar menyambut kedatangan para pengunjung. Dimulai dengan rumah pohon, jembatan kayu, sayap malaikat, spot bunga matahari, pintu surga, gubuk terbang, ayunan, bahkan arena flying fox juga tersedia di sana.
Dengan background pemandangan alam pegunungan yang luar biasa indah, pengunjung dengan hobi selfie ataupun wefie benar-benar telah dimanjakan dengan berbagai spot foto ini. Apalagi ada beberapa orang petugas berkamera yang siap membantu pengunjung yang ingin dibantu mengabadikan momennya.
Setelah puas memanjakan diri dengan berselfie dan wefie ria, pengunjung dapat menikmati air terjun yang tak kalah indah. Namun untuk menuju ke air terjun tersebut, pengunjung harus menuruni tebing sejauh 700 meter dengan berjalan kaki. Di sini, pengunjung dituntut untuk sangat berhati-hati. Karena jalan menuju air terjun sangat curam. Medan berupa jalan setapak tanah, tanpa paving ataupun pagar di sisi kanan kiri, membuat pengunjung harus ekstra waspada. Apalagi ketika musim hujan tiba, jalan tersebut kerapkali sangat licin dan seringkali tiba-tiba kabut tebal datang menerjang. Hal inilah yang membuat kawasan air terjun tidak disarankan untuk pengunjung yang membawa anak kecil untuk menuju ke sana.
Pemandangan air terjun atau yang kerap disebut dengan coban ini sangatlah indah. Udara sejuk pegunungan, dengan air yang sangat segar, membuat pengunjung betah berada di sana. Ditambah ada sebuah kolam kecil di sisi air terjun yang dapat digunakan untuk sekedar bermain air, lagi-lagi akam memanjakan pengunjung Coban Bidadari ini.
Adapun nama Coban Bidadari ini diambil berdasarkan kepercayaan warga setempat yang konon seringkali melihat ada perempuan cantik yang mandi di air terjun tersebut. Sangking cantiknya perempuan itu sehingga warga melihatnya bak seorang bidadari yang turun dari khayangan. Itulah mengapa, akhirnya coban tersebut dinamakan dengan "Coban Bidadari".
Nah, tak ada salahnya bukan apabila Coban Bidadari ini menjadi salah satu destinasi liburan favorit? Jadi, jangan ragu lagi untuk mengunjungi destinasi wisata alam satu ini, ya. Selain pengunjung dapat menghirup udara segar, hasil foto liburan yang dihasilkan juga tak kalah menakjubkan.
Komentar
Posting Komentar